Memenangkan hati calon klien di Meeting? ini dia Tips-nya.

photo by Abstract Living

Ini sudah sangat lumrah, kita seringkali ada di kondisi ini. Dimana kita diharuskan melakukan komunikasi bisnis di sebuah meeting dengan seseorang yang cenderung lebih senior atau lebih penting. Tingkatan jabatan berada diatas level kita, atau kita memang pada kondisi sangat berkebutuhan dengan orang tersebut.

Bukan rahasia pula, kondisi tersebut merupakan beban untuk sebagian orang. Minder dan keterbatasan pengetahuan kerap jadi alasan. Ketakutan untuk “Tidak Dihiraukan” membayangi kita bahkan sebelum meeting tersebut terlaksana. Padahal kita bisa mencegah hal-hal tersebut jika kita mengetahui Strateginya.

Berikut Tips-tips yang bisa kita gunakan ketika diharuskan menemui orang dengan level pekerjaan lebih tinggi dan diharuskan untuk memuluskan agenda bisnis kita:

 

CARI TAU, LAKUKAN RISET PERIHAL ORANG TERSEBUT.

Istilah Stalking cukup popular dikalangan anak-anak yang galau karena percintaan, tapi stalking (dengan cara yang tidak berlebihan tentunya) juga bisa kita lakukan kepada tokoh yang akan kita temui di meeting. Bisa dengan follow akun Sosial media untuk mengetahui keminatannya ataupun melihat track record nya di akun Linkedin. Anda bisa menciptakan pembicaran penghantar yang disesuaikan dengan keminatan atau background kerjanya tersebut.

CARI TAU “PROBLEM” DAN “NEEDS” DIA ATAU PERUSAHAANNYA.

Berhentilah untuk memulai pembicaraan dengan panjang lebar menunjukan CompanyProfile perusahaan kita. Mereka belum tentu (bahkan kemungkinan besar) tidak perlu itu. Cari tau permasalahan dia atau perusahaan tempat dia berkerja. Lalu mulailah pembicaraan mengenai hal tersebut dengan tone yang tidak negatif.

PERHATIKAN BAHASA TUBUH.

Ini hal penting yang sering terlupa. Orang-orang penting kerap memperhatikan Bahasa tubuh lawan bicara. Karena secara tidak langsung mereka berfikir bahwa bukan mereka yang berkebutuhan di meeting ini, sehingga setiap gesture yang dianggap merendahkan mereka, akan berdampak mereka tidak memperdulikan kita. Condongkan badan kedepan dengan tidak kaku. Jaga volume suara anda untuk tidak terlalu kecil tapi tidak juga terkesan mendesak. Pandang mata dengan fokus tapi bersahabat. Dan perbanyak senyum, jadilah tamu yang menyenangkan.

PERBANYAK MENDENGAR.

Jangan mendominasi keseluruhan pembicaraan, bahkan anda harus secara jelas meminta orang tersebut memberikan pandangannya. Buat mereka nyaman dengan pembicaraan dua arah ini.

KOMPOSISI 80% PEMBICARAAN FOKUS, 20% KONTEN SELINGAN

Ingat, mereka merasa anda yang membutuhkan mereka, jangan banyak mengisi pembicaraan dengan konten tidak berhubungan yang mereka anggap membuang waktu mereka. Dan peka-lah dengan air muka lawan bicara. Jika terlihat tidak menaruh minat, segera arahkan pembicaraan anda kembali ke konten utama.

BUAT KESIMPULAN DAN JELASKAN CALL TO ACTION.

Karena kita yang berkepentingan, kitalah yang harus menyimpulkan serta merumuskan Call to Action. Tapi harap hati-hati, atur penyebutan call to action dengan kesan tidak memerintah, karena mereka pada posisi bebas mengatur apa yang mereka mau lakukan. Sebutkan list call to action lebih kepada ingin membantu menyimpulkan.

Dengan tips-tips tersebut, kita bisa memberikan kesan yang baik dalam meeting kita bersama pihak tersebut. Komunikasi yang baik, biasanya menimbulkan respek yang baik dari lawan bicara sekalipun mereka belum tentu memiliki kepentingan langsung kepada kita.

Tentang Siklus Berkerja, Petuah dari Jack Ma

Pagi ini ketika bangun, pikiran masih tersangkut di pembicaraan di meja Seruput tadi malam bersama dua orang sahabat. tentang keinginan membangun startup. Ya sudah cukup lumrah untuk orang yang berkerja di industri digital seperti saya, euforia membangun Startup ini cukup meletup dan menyita sebagian pikiran saya. memang ini sejalan dengan rencana pada akhirnya saya ingin sekali memiliki karya yang saya bangun sendiri.

Pikiran saya berputar-putar hingga pagi ini. ketika sedang browsing mengenai hal-hal yang berhubungan dengan ini. tanpa sadar saya berlabuh kesatu video singkat yang membuat saya cukup tertegun dan mendengarkan dengan dalam.

Pernah mendengar tentang Jack Ma? dia adalah Founder dari Alibaba, perusahaan digital di China yang sudah melebarkan sayap yang kabarnya bisnis utamanya adalah E-Commerce (walaupun saya merasa tidak pernah mencoba produk alibaba kecuali UCweb). kabarnya Alibaba adalah perusahaan dengan Valuasi yang menggila.

Jack Ma (Source : CNBC)

Di postingan saya kali ini, justru saya ingin membahas apa yang diucapkan Jack Ma di Video ini. Jack bercerita tentang siklus berkerja. dan ini menurut saya sangat menginspirasi. saya coba tuliskan disini tapi tentunya dengan beberapa ulasan yang saya tangkap dan coba saya jabarkan sendiri:

Sebelum 20 Tahun, Be a Good Student

Boleh saja kita berfikir tentang menjadi seseorang yang besar, tapi pada tahapan hidup ini janganlah pernah bosan untuk belajar. mengisi otak kita dengan banyak hal. kita masih punya banyak kelegaan untuk melakukan hal ini. Belum saatnya untuk lelah.

Sebelum 30 Tahun, Follow Somebody

Uniknya, Jack Ma berkata bergabunglah dengan perusahaan kecil. mungkin bisa juga kita sebut Perusahaan dengan lingkup terbatas atau bisa jadi belum stabil. mengapa? karena bergabung dengan perusahan besar sebenarnya membantu anda belajar tentang proses, tapi kita adalah bagian kecil dari sebuah sistem yang besar. Ketika bergabung dengan Perusahan Kecil, Kita belajar mengenai membangun dan bermimpi untuk sesuatu yang besar. kita belajar melakukan banyak hal dalam satu waktu. Lanjut lagi ujar Jack Ma, sebelum 30 tahun bukan perkara Perusahaan apa yang anda masuki, tapi tentang siapa Boss yang anda ikuti. ini berarti betul karena Boss berpengaruh besar dalam membentuk karakter kita. dan jangan lupa, Kita dipersilahkan untuk berani berhadapan dengan begitu banya kesalahan. ini waktunya. jatuh lah, lalu bangunlah kembali. lakukan sebanyak-banyaknya apabila memang harus begitu.

Sebelum 40 Tahun, Start to Think that We working for Our Self

Ketika pada umur ini. kita sudah bisa mengambil keputusan bahwa pada dasarnya semua hal yang kita lakukan adalah untuk diri kita. disini sebenarnya fase terpenting dalam pembentukan fondasi terkait membangun sesuatu yang besar dari tangan kita sendiri.

Sebelum 50 Tahun, You Have to do All things that You good at

Di umur ini, Jack Ma menyarankan kita sudah pada posisi sangat fokus. tidak lagi goyah mengubah-ubah mengenai hal yang kita jalani. karena ini adalah fase dimana apa yang kita bangun akan bertahan menjadi sesuatu yang sukses dalam waktu panjang atau tidak. Membangun banyak hal yang berbeda bisa saja membuat kita sukses, tapi kecenderungan untuk Gagal juga cukup tinggi.

Sebelum 60 Tahun, Work for the Young People

Jack Ma percaya pada umur seperti ini kita harus yakin anak muda sudah bergerak dengan lebih baik daripada kita. kenyataannya begitu. sehingga apa yang dilakukan Entrepreneur sukses pada umur ini adalah Mempercayakan banyak hal pada anak muda, memberikan inspirasi pada anak muda, berinvest pada anak muda, membangun sesuatu bersama anak muda.

Setelah 60 Tahun, spend time with our self

Nikamti Hidupmu, Nikmati Uangmu. Bahagiakan Keluarga dan orang terdekatmu. kita tahu ini sebenarnya tidak perlu menunggu hingga 60 tahun tapi paling tidak di umur ini sudah sepantasnya kita tidak mendapatkan kepusingan mengenai bagaimana nasib perusahaan kita besok. gunakan sisa umur untuk menikmati kerja keras.

Setidaknya, simpel tapi hal ini cukup mendalam untuk saya baca. saya jadi cukup tertarik untuk banyak mencari tahu tentang pemikiran seorang Jack ma.

Hal-Hal Sederhana Adalah Ide Terbaik Yang Pernah Ada

 

Kebanyakan ketika seseorang pelaku bisnis merumuskan sebuah ide adalah mereka mencari apa yang tidak dilakukan oleh pesaingnya, berupaya untuk berbeda dan ingin menjadi sesuatu yang membuat orang berdecak kagum dan Luar biasa. Hal-hal ini tidaklah salah, tapi pada kenyataannya membuat ide seseorang kerap mengawang-awang. Terlalu unik tapi tidak memungkinkan dilaksanakan.

Ini kerap terjadi, bahayanya adalah ketika produk itu jadipun, penggunanya menjadi tidak banyak. Yeah.. tentunya karena ide tersebut berangkat dari kasus-kasus special yang tadinya membuat mereka berbeda, tapi pada kenyataannya tidak banyak terjadi didunia nyata.

Ada satu cara simpel untuk seorang pelaku bisnis mencari ide dalam membuat bisnis baru. Yaitu harus bersimulasi benar-benar menjadi orang biasa yang menjalani kehidupan sehari-hari.

Cobalah berfikir menjadi individu dengan rutinitas yang mayoritas terjadi. Rasakan dengan betul rutinitas yang dihadapi mulai dari ketika mata terbuka dan terbangun hingga mata tertutup dan tertidur. Sewajarnya manusia akan bertemu beberapa permasalahan rutin yang sudah menyatu menjadi rutinitas itu sendiri. Permasalahan rutin tersebut tentunya dirasakan oleh mayoritas orang.

Hal tersebut adalah hal terbaik yang bisa dijadikan rumusan dasar dalam menciptakan sebuah solusi berbentuk produk atau layanan yang tentunya menjadi celah awal dalam menciptakan bisnis. Langkah kedua adalah cermati betul profil masyarakat yang menjadi tokoh yang merasakan kesulitan tersebut. Barulah langkah terakhir, kita harus dapat menciptakan Model bisnis yang tepat. Tepat dengan bentuk produk/layanan kita serta tepat dengan profil masyarakat yang tentunya anda sasar jadi konsumen.

Berdasarkan pemikiran diatas, saya mengamini bahwa hal sederhana adalah ide terbaik yang pernah ada.

 

Tulisan saya juga bisa dibaca di Stratupbisnis.com : http://startupbisnis.com/hal-hal-sederhana-adalah-ide-terbaik-yang-pernah-ada-oleh-arioadimas/

Bagaimana Memasarkan Produk Berbasis Komunitas

Tentunya Sebuah startup memiliki kewajiban untuk membangun sebuah produk yang diminati konsumen. Tetapi sebuah kesalahan ketika semua hal hanya berhenti pada proses penciptaan sebuah produk. Pada dasarnya terdapat faktor lain mengapa konsumen pada akhirnya memiliki keintiman khusus yang mempererat dirinya terhadap sebuah Produk. Yaitu hadirnya Komunitas.

Komunitas sendiri kini telah menjelma menjadi Nyawa baru sebuah produk. Karena pada dasarnya Konsumen membutuhkan figur refleksi dari dirinya dan produk yang dia gunakan. Konsumen membutuhkan adanya tempat bertanya dan berkonsultasi sebagai sesama penikmat sebuah produk. Dan Konsumen membutuhkan keyakinan bahwa terdapat sekelompok orang yang memiliki kesamaan minat serta selera. Inilah yang membangun loyalitas mereka.

Lantas apa yang harus dilakukan oleh pemilik Produk untuk membentuk basis komunitas yang tepat?

1. Kenali dan Pahami Mereka beserta tujuannya.

Tentu saja percuma apabila anda ingin memberikan yang terbaik kepada komunitas anda, tanpa anda mengenal siapa mereka dan apa tujuan mereka terkait dengan penggunaan produk anda,

2. Konsistensi Komunikasi

Bentuklah model komunikasi yang konsisten. Anda bisa memanfaatkan Milis serta akun media sosial anda. Lewat media tersebut, anda wajib hadir dan merespon semua bentuk komunikasi dari komunitas anda

3. Beri Akses Partisipasi

Hadirkan kesempatan untuk mereka berpartisipasi terkait dengan produk anda. Mulai dari hal yang sangat kecil, misalnya anda melibatkan pendapat mereka dalam rencana penambahan fitur baru. Ini akan membentuk rasa memiliki serta kebanggaan yang kuat terhadap produk.

4. Buat Semuanya Mudah

Jangan Pernah persulit Komunitas anda. Beri kemudahan dalam proses apapun selama itu masih memungkinkan terkait dengan mereka dan produk anda.

5. Beri Kebanggaan pad Komunitas

Tanamkanlah sebuah kebanggaan. Rasa berbeda yang mereka peroleh ketika mereka menggunakan produk anda. Hal ini yang akan menciptakan perasaan berbeda ketika mereka bertemu dengan pemakai produk kompetitor.

6. Edukasi Komunitas

Rata-rata komunitas Loyal memiliki pengetahuan yang lebih daripada pemakai biasa produk anda. Dengan anda memberikan edukasi yang lebih mengenai produk anda, komunitas akan menjadi duta dalam menyebarkan informasi serta memberikan kebanggaan tersendiri bagi mereka.

7. Jangan Pernah Paksakan Peraturan

Anda tidak akan bisa menetapkan Peraturan yang kaku terhadap komunitas anda. Pada dasarnya, peraturan yang paling berlaku bagi mereka adalah peraturan yang terbentuk secara alami dari keseharian mereka.

8. Fasilitasi mereka untuk bertemu Komunitas lain

Kebanggaan sebuah komunitas adalah ketika mereka merasa solid dan mereka bertemu dengan komunitas yang lain. Ketika anda merasa telah pada waktu yang tepat, fasilitasi mereka untuk bertemu dan berbagi dengan komunitas lain.

9. Ciptakan Kopdar yang Rutin

Tidak ada artinya apabila anda memperkuat basis komunitas yang pada kenyataannya tidak pernah bertemu langsung. Keintiman yang nyata justru hadir ketika mereka sudah pernah bertemu dan menyapa di dunia nyata. Memfasilitasi pertemuan mereka adalah kewajiban untuk anda.

Tulisan ini juga dapat anda nikmati di situs : http://startupbisnis.com/

Berkontribusi di Startupbisnis.com

Mulai kemarin, saya resmi berkontribusi di salah satu portal baru yang bergerak dibidang bisnis. namanya Startupbisnis.com

Portal ini menarik, karena lebih menghadirkan informasi dan pengetahuan mengenai startup yang tentunya secara nyata dapat langsung diterapkan. semoga Tulisan saya bisa berguna. dan lebih tepatnya, semoga saya bisa konsisten menulis. :D