Halo, Telkomsel.

Telat sih, iya telat.

Telat dalam dua hal. yang pertama adalah telat posting blog setelah beberapa bulan didiamkan. dan yang kedua telat mengangkat Topik ini setelah sudah bekerja kira-kira sekitar 5 Bulan.

Setelah Posting terakhir di Blog ini adalah artikel tentang perpisahan saya dengan Microsoft, saya kini memberitahukan tempat pelabuhan saya berikutnya.

Adalah Telkomsel. Operator selular nomor satu di indonesia. tepatnya resmi sejak Juni, saya bertanggung jawab untuk Posisi Marketing Manager untuk Digital Advertising Group. dimana saya mendukung penuh Sub Dir Digital Advertising Telkomsel dalam sisi Strategic Planning dan Go to Market Management.

Ini cukup sesuai dengan tantangan yang berikutnya untuk saya, dimana saya dipercaya untuk menghandle lingkup Marketing yang lebih luas lagi setelah sebelumnya saya Fokus membangun strategi digital marketing untuk Microsoft.

Halo Telkomsel. :)

Sampai Bertemu Lagi, Microsoft.

Yap, dengan Tulisan ini, saya memberitahukan bahwa per akhir mei, saya resmi melepas status saya sebagai Karyawan Microsoft Indonesia.

Banyak teman-teman yang bertanya mengenai alasan saya mengambil keputusan ini, Beberapa pun berspekulasi mengenai alasan-alasannya. dan beberapa tidak percaya karena melihat saya begitu menikmati kerja di salah satu perusahaan terbaik didunia ini. Tepat sekali, Saya sangat menikmati kerja di Microsoft, hingga hari terakhir saya, saya masih berfikir bahwa kerja disana adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah saya pegang. dan memang kantor tersebut adalah salah satu kantor terbaik didunia.

Mengenai Alasan, fokus saya adalah Mengembangkan kompetensi saya sebagai praktisi yang sudah fokus mengambil digital sebagai areanya. dan saya ingin semakin dalam menyelam ke area bisnis dalam profesi saya yang baru nanti. di microsoft, saya mendapatkan banyak sekali ilmu yang luar biasa, pengalaman berkerja dengan banyak orang dari seluruh dunia, menangani Kampanye produk Legenda yang dulu hanya menjadi mimpi saya saja, dan berkerja dengan orang-orang terbaik di Indonesia.

Tapi pada akhirnya, kita semua akan mendapatkan “Panggilan Hati” yang mempengaruhi kemana kaki anda melangkah.

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada dua orang yang paling berjasa untuk saya di Microsoft. Pertama adalah Andreas Diantoro (Presdir Microsoft Indonesia) orang yang paling berjasa untuk menghadirkan saya di Microsoft Indonesia, Inspirasi dari beliau tidak pernah berhenti, dan meninggalkan beliau adalah salah satu hal terberat. yang kedua adalah Willy Hendrajudo (Central Mrketing Org Lead Microsoft Indonesia) Boss terbaik yang pernah saya punya, beliau mengajarkan saya bahwa profesionalisme tidak harus diiringi sifat yang dibuat-buat. dan tentunya saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat di Microsoft indonesia.

Dan spesial terima kasih untuk sahabat yang menyempatkan diri membuat pesta perpisahan yang simpel tapi menyenangkan. saya akan merindukan lingkungan Microsoft yang menyenangkan.

 

Tentang ilmu yang sangat ingin saya miliki.

Sumber gambar : http://www.kellyjbaker.com/wp-content/uploads/2014/01/dreams.jpg

 

Setiap orang, ketika jalan hidup nya mulai nampak arahnya (katanya sih biasanya ada di Umur 25) dia sudah harus semakin mengerucutkan rencana-rencana hidupnya. mulai dari keinginan untuk apapun musti difokuskan kepada jalan yang sudah terbentuk dan mulai terlihat pada umur itu.

Saya? terima kasih tuhan Cita-cita dan profesi saya masih sejalan dengan Mimpi saya dulu. dan saya terus berterima kasih dengan tuhan untuk hal ini. dan saya semakin berusaha keras untuk bisa semakin lebih baik lagi untuk mendapatkan Mimpi akhir saya.

Nah, tapi hari ini justru saya ingin Menulis mengenai Mimpi-mimpi yang tidak (atau belum saya dapatkan). disamping mimpi yang sedang saya kejar sekarang, saya pernah memiliki mimpi random mengenai sebuah profesi atau ilmu yang sangat ingin betul saya capai. ingin betul saya kuasai ilmunya:

 

Menjadi Programmer

Yap, anda tidak salah baca. saya ingin sekali menjadi Programmer. mengapa? menurut saya programmer itu seperti tuhan (mohon jangan diplintir, ini hanya analogi). mengapa saya bilang begitu? Para Programmer bisa menciptakan apapun yang ada dibenak mereka, dengan media Komputer sebagai “Dunia” untuk mereka berkarya. Programmer bisa menciptakan sesuatu dan menjalankannya sesuai kehendak mereka, mereka bisa memutuskan sejauh apa partisipasi orang lain bisa turut serta. mereka bisa menciptakan alur cerita yang mereka inginkan. bagi saya, Programmer semakin menjadi profesi yang pada akhirnya mengontrol banyak hal (termasuk dunia sepertinya :D )

 

Menjadi Penulis

Hampir sama, Penulis itu memiliki kemampuan untuk menciptakan dunianya sendiri. mungkin lebih statis, tapi penulis mampu menciptakan imajinasi bukan hanya dikepalanya, tapi dikepala para pembacanya. membaca buku karya seseorang seperti diizinkan masuk kedalam isi kepalanya. ini yang membuat saya selalu Kagum dengan para penulis. hingga saat ini saya terus bermimpi untuk melihat buku tulisan saya ada di area “Buku Baru” atau bahkan “Buku Laris” di Toko Buku Gramedia. yah paling tidak dari ketiga mimpi saya ini, mimpi yang ini yang masih sangat mungkin saya kejar jika saya berhasil menekan sifat malas saya untuk menulis.

 

Menjadi Interior Designer

Entah mengapa, saya yang sangat berantakan dan tidak teratur ini memiliki ketertarikan yang sangat mendalam terhadap Desain interior. saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya melihat karya-karya luar biasa dari para Interior Designer. bahkan kadang saya berlelucon bahwa dikehidupan sebelumnya saya adalah Interior Designer (halah). bagi saya, menata dan menciptakan keindahan seni pada ruangan adalah ilmu yang sangat seksi dan menyenangkan.

 

Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya sudah sangat bersyukur dengan konsistensi saya mengejar mimpi utama saya, tapi bukan tidak mungkin ketiga poin diatas akan saya kejar walau sedikit lebih perlahan.

Mencoba langsung Nasi Goreng Mafia. Nasi Goreng Rempah Indonesia.

Setelah pulang dari berkeliling jakarta, saya berencana untuk ke suatu toko yang berlokasi di Tebet. disepanjang jalan, saya baru teringat kalau Nasi Goreng Mafia yang sedang ramai di Sosial media itu bertempat di tebet. dan pas sekali terlihat cukup jelas disamping jalan, tidak berfikir dua kali, saya segera merapat kesana, Komentar pertama? aroma harumnya menggoda sekali.

Saya datang cukup malam, tapi suasana masih ramai. beruntungnya katanya menunya masih komplit. Saya disuguhi pilihan makanan. disini menunya memang sangat berfokus hanya pada nasi goreng. menggunakan nama-nama kelompok Mafia dari seluruh dunia. dan diberikan pilihan untuk memilih tingkat kepedasan. saya jadi teringat di salah satu komentar orang di timeline @Nasgormafia bahwa Nasi Goreng Kikil cabe hijau (Disebut dengan “Yakuza” ) adalah salah satu menu andalan. langsung tanpa berfikir panjang saya memesan “Yakuza” dengan tingkat kepedasan level dua. (level maksimal adalah level 5).

Tidak Terlau lama, menu hadir. tampilan menggoda dan harumnya terasa. sebagai penggemar nasi goreng, komentar saya pertama adalah Kualitas nasinya bagus sekali. Pecah dan tetap lembut. penting nih untuk para pembuat nasi goreng, semoga kualitas nasi ini tidak menurun nantinya. saya akhirnya mencoba satu sendok pertama. dan Boom! ini enak sekali. saya bisa  bilang mereka tidak asal berkata nasi goreng rempah. rempahnya terasa. lezat bumbunya mengikat tiap butir nasinya. dimulut rasanya seperti ingin terus saya kunyah sebelum saya telan.

Tapi malangnya saya yang tidak tahan pedas ini memesan level 2 yang ternyata bagi saya pedasnya sudah dashyat luar biasa. Keringat, air mata sampai melerpun tidak terhindarkan. untuk penggemar pedas, saya yakin anda akan ketagihan. sayangnya saya tidak begitu kuat. berjanji kalau mampir lagi saya pesan Level 0 aja deh hahaha. tapi penggemar nasi goreng pedas, anda akan bahagia betul disini.

untuk kritik, saya hanya mengomentari asap ketika mereka menggoreng nasi goreng dengan rempah-rempah, apabila anda duduk di lantai bawah tepat selantai dengan Koki, terkadang merasa sedikit terganggu dengan aroma asap yang tajam menusuk ini menyebabkan kita batuk-batuk.

Tapi overall, saya puas sekali dengan rasa nasi gorengnya, dan saya terang saja akan kembali lagi untuk mencoba menu-menu Mafia berikutnya. bagi yang mau coba, silahkan ke daerah tebet dan resto nya gampang ditemui. atau mention @nasgormafia di Twitter.

Saya dan Aspac Jakarta

Sebelumnya banyak yang bertanya ada apa antara saya dan Aspac Jakarta. ya, yang pasti saya tidak sedang akan bergabung sebagai salah satu Pemain Aspac Jakarta. saya cukup tahu diri untuk tidak merasa sejago itu main basket. hehehe

Ini dimulai dari kerjasama antara Aspac dan Microsoft. Microsoft sampai saat ini masih resmi menjadi Sponsor klub Basket Nomor satu Indonesia ini. Microsoft dan Aspac memiliki satu spirit yang sama. Sportivitas. Dari segi Aspac, Sportivitas dan semangat #FairPlay tentunya menjadi nyawa untuk olahragawan. dan di microsoft, Sportivitas hadir dalam bentuk menghargai sebuah karya. lewat kerjasama antara Aspac dan Microsoft ini. terbukalah jalan untuk saya mengenal lebih dalam mengenai Klub Basket Aspac Jakarta ini.

Bersama sang Juara basket indonesia

Dari hari itu, banyak hal yang terjadi hingga pada Akhirnya saya diminta untuk turut berkontribusi secara langsung di Aspac Jakarta. seperti yang saya bilang sebelumnya, tentunya bukan di lapangan. tapi dari segi Bisnis, Pemasaran dan Branding. Klub Olahraga di indonesia belum diurus layaknya Klub Olahraga diluar sana. disini industri olahraga belum seseksi industri Olahraga Dibeberapa negara lain didunia. ini adalah tugas saya untuk memoles Aspac Jakarta untuk bukan hanya menjadi Klub Olahraga. tapi Brand Aspac harus menjelma menjadi Brand yang seksi dan memiliki nilai bisnis yang tinggi.

Bersama anak-anak Aspac Jakarta

Sumber Daya tidak banyak. ya disinilah tantangannya. tapi yang pasti kesempatan ini semakin membuka mata saya kepada banyak hal baru. Olahraga Basket yang sebelumnya tidak begitu saya minati, kini saya justru sangat menggemari detik ke detik setiap menyaksikannya. sayapun jadi memiliki cukup banyak sahabat baru dari Industri Olahraga Basket. berkenalan dengan para atlit basket terbaik indonesia serta akhirnya bisa mengenal secara akrab Kim Hong, yang punya Aspac. Orang yang nyentrik tapi punya kecintaan pada dunia basket dengan sangat sangat Total.

Ya, Kini saya bergabung ke keluarga besar Aspac Jakarta sebagai Business Advisor. Mari kita nikmati pertualangan baru ini.

Berpindah Ketempat Baru

Untuk beberapa hal, Saya bisa dibilang adalah orang yang sangat spontan ketika mengambil keputusan.

Bukan berarti tidak matang, tapi untuk hal yang benar-benar saya yakini, biasanya saya jalani dan ambil keputusannya tanpa merumuskan pemikiran dengan sangat panjang. Seperti gabungan antara intuisi dengan riset yang simple saja. Terlihat ketika saya membeli suatu barang atau mengambil sebuah keputusan.

Sama yang terjadi hari itu, saya ingat sekali. Kamis minggu-minggu lalu. Tiba-tiba saya berfikir, saya menyewa tempat tinggal yang bisa dibilang tidak murah. Bukan apa-apa, ini dikarenakan Lokasi yang sangat dekat dengan kantor, dan problemnya kantor saya bertempat di SCBD. Ini berarti tempat saya ada di Area itu. Itu adalah salah satu area emas Jakarta untuk bekerja. Yeah.. dan untuk tinggal bagi orang-orang berduit. Karena saya bukan orang yang suka berlama-lama pergi atau pulang kantor, saya “memaksakan” diri untuk mencari tempat yang dekat.

Dengan harga segitu, saya mendapatkan tempat yang memang tidak terlalu nyaman. Yeah, untuk mendapatkan tempat sempurna di daerah SCBD, kita harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Saya sempat berfikir saya adalah orang yang akan jarang berada di kamar. Jadi buat apa yang terlalu nyaman. Dan saya menjalani hari-hari setelah itu.

Kamis pagi itu saya mendadak berfikir. Terkadang memang kita egois dengan diri sendiri. Seperti yang terjadi pada saya saat itu. Orang-orang justru membayar lebih untuk sesuatu yang paling dekat dengan dirinya. Yaitu tempat tinggal, tempat dimana kita tidur dan bangun. Tempat dimana kita menghabiskan waktu pribadi kita. Bahkan orang tua saya pernah berkata bahwa ketika kita berkecukupan, jangan pernah berkompromi dengan tempat tinggal dan makanan. Kita harus memberikan penghargaan pada diri kita sendiri untuk dua hal itu.

Jumat pagi saya mengambil keputusan untuk pindah. Saya mau sedikit berkompromi dengan jarak. Sedikit mengambil letak yang lebih jauh dan saya bertekad untuk mencari tempat senyaman-nyamannya. Saya menetapkan beberapa hal standar yang harus ada di tempat baru. Menganggarkan angka dan mulai mencari tempat baru. Sabtu saya mengumpulkan beberapa data mengenai tempat-tempat kost yang nyaman disekitaran Jakarta selatan. Dan minggu sore saya menjatuhkan pilihan.

Terjadi dengan sangat spontan, saya berhenti didepan sebuah rumah yang entah kenapa saya memilih berhenti dan ingin bertanya lebih detil. Ternyata naluri saya saat itu sangat tepat. Tempat yang saya datangi sore itu sempurna. Dengan harga yang tidak terlalu jauh, tempat itu menghadirkan kelengkapan. Fasilitas yang Luar biasa. Untuk fasilitas pribadi dikamar, jangan ditanya. Selain hal-hal mendasar sayapun mengagumi desainnya yang memberikan area terbuka didalam kamar. Dan untuk fasilitas bersama, tempat ini dilengkapi beberapa fasilitas olahraga seperti kolam renang dan area Gym. Keamanan sangat terjamin dan akses 24 jam tetap terjaga. Hal ini membuat saya langsung memutuskan Pindah saat itu juga. Iyap benar, Saat itu juga.

Kini dengan peningkatan biaya yang tidak terlalu jauh, jarak yang juga tidak berubah menjauh, kualitas istirahat dan menjalani aktivitas keseharian jauh lebih meningkat. Bagi saya ini tentu keputusan baik dalam hal saya ingin memberikan kesempatan pada diri untuk mendapatkan hal terbaik ketika kita selalu menuntutnya untuk memberikan hal yang terbaik.

Ini sebenarnya masih selaras dengan tulisan saya dahulu mengenai Mentraktir diri sendiri. Terkadang kita harus menjamin bahwa kita menghadirkan yang terbaik untuk diri. Betul?

Jogjakarta, sejenak yang indah. #jogjaTrip

hari senin Siang itu ditengah kerja, seorang teman saya bertanya.

“Long Weekend ini kemana lu?”

Saya diam dan sadar bahwa saya bahkan tidak tahu bahwa ada long weekend minggu ini.ya walau liburnya ternyata hari kamis. mengingat saya adalah orang yang sering buang-buang long weekend, kali ini saya bertekad jalan-jalan refreshing. kemana? urusan nanti. yang penting niat dulu. awalnya saya ingin balik ke Palembang, tapi ya mendadak mau merasakan satu hal baru. setelah bongkar-bongkar Tiket.com saya memutuskan untuk ke jogja. dengan kondisi saya tidak tahu jogja karena sama sekali tidak pernah kesana. untuk transportasinya saya tadinya memilih peswat, tapi selain karena budgetnya bias dialihkan buat jalan-jalan, saya juga mau merasakan naik kereta. karena saya seumur-umur hanya  kali naik kereta itupun waktu SMP. so trip dadakan ini seru. ketempat yang pertama kali saya tahu dan naik kendaraan yang sebelumnya hanya pernah satu kali saya naiki.

Dan akhirnya tiba saatnya, berbekal tiket yang sudah di print saya menuju stasiun dan mulai naik kereta. berangkat jam 6 pagi dan sampai jam 3. bosan juga melamun sambil baca buku-buku yang saya bawa. tapi pemandangan hijaunya memberikan terapi relaksasi yang menyenangkan.

Sesampai di jogja, saya memilih untuk menginap dihotel Grand Sentana. tidak mahal dan dekat dengan pusat keramaian jogja. dan berdasarkan panduan seorang teman, saya memilih untuk menikmati jogja dengan mbecak. dan bagi saya yang berasal dari sumatera, becak di jogja itu murahnya luar biasa, jalan jauh masih mau nerima 10rb.

Malam itu saya pergi ke Malioboro. menikmati suasana malamnya yang ramai. karena lapar saya membuka dengan makan nasi gudeg. saya tidak suka nasi gudeg, karena terlalu manis untuk orang sumatera. tapi karena saya sedang di jogja, saya sudah berjanji kepada diri untuk makan nasi gudeg. dan pada saat yang sama, saya didatangi oleh Pengamen yang menyanyikan lagu Yogyakartanya Kla Project. wuih, saya sudah lama menunggu momen ini. serius! lalu saya melanjutkan perjalanan menyisiri pinggiran malioboro. saya menonton musisi-musisi perkusi jalanan yang atraktif banget! benar-benar Musisi pokoknya. hal yang saya susah temui suasanyanya di Jakarta. dan malam itu saya tutup dengan nongkrong di angkringan. Pokoknya salah satu misi saya ke Jogja adalah Kopi Joss! penasaran sama kopi yang dicelupin areng. ternyata entah sugesti atau tidak, rasanya enak banget. ditambah dengan Sate keong yang sedap. dan Murah nya parah. makan sebanyak apapun disana murah banget!

Dan keesokannya memang saya sudah merencanakan Trip sebenarnya. dimulai dengan mengunjungi Benteng Vredeburg. Benteng ini menyimpan banyak kisah perjuangan Indonesia di Jogja dalam bentuk bangunan, patung maupun diorama. dan memang untuk saya yang hobi ke Museum, perjalanan ke tempat seperti ini selalu menyenangkan. seperti merasakan langsung suasana jaman perjuangan kemerdekaan itu.

Setelah itu termasuk yang saya tunggu-tunggu selama ini, yaitu mengunjungi keraton Jogja. dari benteng ke keraton saya masih menggunakan becak, dan ini seger dan sangat jogja banget! setiba di Keraton, saya menumpahkan perhatian saya secara penuh di setiap nilai-nilai sejarah yang ada di barang-barang dan bangunan yang masih rapih tersimpan. dan memang menarik sekali ketika saya melihat lukisan-lukisan Sultan dulu hingga kini. dan ketika mendengar para abdi istana “nembang” inipun memberikan pengalaman yang seru.

Setelah itu, saya menuju permandian putri Jogja, oke.. saya tidak berharap ada putri jogja disana. tapi itu memang tempat yang indah sekali, saya membayangkan ketika tempat itu masih aktif dipakai (doh). setelah itu, saya teringat disuatu acara yang menampilkan perjalanan kejogja, ada pohon beringin kembar yang kerap dikunjungi orang-orang. dan legendanya, apabila anda berhasil jalan dengan mata tertutup dan melalui area diantara pohon tersebut, doa anda akan terkabul. saya tidak mempercayai hal ini, tapi demi serunya trip kali ini ya tidak apa apa toh. dan jikalau memang berhasil, anggap saja itu doa yang bias diaminkan. dan ketika mencoba, ternyata saya berhasil melewati area antara pohon itu, bahkan sangat lurus ke tengah. :D

Perjalanan ke jogja kali ini menyenangkan, akhirnya besok paginya saya siap-siap menuju Jakarta kembali karena minggu saya sudah membuat beberapa jadwal bersama sahabat-sahabat. sabtu itu saya menuju stasiun tugu jogja yang tidak jauh dari tempat tinggal saya, dan saya benar-benar menikmati detik-detik sebelum saya kembali ke Jakarta.

teman, tahukah anda apa alas an saya ke jogja? saya ingin melakukan validasi terhadap lirik lagu Jogjakarta yang dinyanyikan oleh Kla project. ini serius. lirik lagu itu benar -benar menyentuh dan membuat saya ingin mengenal jogja.

hasilnya? saya mengamini bahwa Kla Project menciptakan lagu yang sangat relevan dengan situasi aslinya. Jogja itu Indah.

 

 

satu lagi hadiah dari saya:

http://www.youtube.com/watch?v=9j1WdDKNhi4&feature=youtu.be

Sosok dimana anda membuat banyak Pengecualian.

Jauh sebelum ada satu band luar yang membuat lagu dengan satu lirik seperti ini, saya pernah mendengar kata-kata ini dari sahabat saya diawal kuliah.

“Mas, lo mau tau caranya untuk mencari tau sedalam apa sebuah perasaan? Gampang. Itu biasanya melayang ke seseorang dimana lo membuat seluruh pengecualian. Hanya kepada orang itu”

Saya baru mencerna kata-kata itu jauh setelah percakapan itu terjadi. Dan saya berfikir, benar juga.

Pernahkah kamu menetapkan suatu Kriteria ketika berniat membangun hubungan degan seseorang? Pasti pernah. Atau kemungkinan besar pernah. Nah untuk beberapa orang, pasti pernah pula melanggarnya. Ketika dia memilih untuk melupakan semua kriteria yang disusunnya dan dia berusaha mencoba meletakan hatinya secara utuh. Disanalah hal yang saya maksud. Orang tersebut justru berkompromi pada standar-standar yang telah dibentuknya sendiri untuk orang dekatnya. Disaat itulah orang itu sebenarnya sedang melihat sesuatu yang lebih besar. Jauh lebih besar dibanding kriteria-kriteria yang telah disusunnya sendiri. Tapi, terkadang diapun tidak tahu apa itu.

Tapi ya itu. Ketika pada seseorang, kita telah membuat banyak pengecualian. Tetiba mengkompromikan kerasnya hati diri sendiri yang sebelumnya masih kokoh-kokoh saja. Memberi banyak toleransi kriteria bahkan menceburkan hati tanpa banyak mengoreksi dan mencocokan dengan kesesuaian pada rencana semula.

Mungkin anda sedang bertemu dengannya.

Salad Ayam Crispy. Mari berubah Perlahan

Yap, dimulai dari beberapa bulan lalu tapi belum bisa konsisten hingga kini. memang dari beberapa bulan yang lalu saya mencoba memulai hidup lebih sehat. mulai dari semakin merutinkan olahraga hingga mengatur pola makan untuk lebih sehat.

Jujur, dari kedua hal itu justru yang paling sulit adalah mengatur Pola makan. karena hal ini sudah terbentuk bertahun-tahun. apalagi ditambah entah kenapa makanan sehat itu tidak nyaman di lidah dan tidak memuaskan diperut. :(

tapi jika dipikir-pikir, jika tidak dimulai dari sekarang ini bakal jadi masalah yang kita panen nantinya. seperti yang kita tahu, rusaknya pola makan itu akan sangat terasa tidak pada masa-masa sekarangnya. oleh karena itu ini harus diubah.

Hal yang paling sulit dijauhi adalah kebiasaan mengkonsumsi nasi. mau bagaimana lagi, kebiasaan mengkonsumsi nasi ini sudah mendarah daging sekali. secara otomatis otak membentuk opini bahwa jika belum makan nasi ya tidak kenyang. yang kedua adalah mengkonsumsi sayuran, ini adalah mimpi buruk. sedari kecil saya membenci sayuran. titik.

Nah ketika suatu hari sebelum berolahraga, saya melewati Wendy’s (ya itu memang kesalahan fatal) setengah merasa tergoda akhirnya untuk mengobati rasa bersalah, saya memesan menu (yang saya anggap) sehat disana. pilihan jatuh ke salad.

Dengan kondisi selera yang belum bisa sepenuhnya diobati salad, saya memesan satu ayam untuk menyeimbangkan. dan dengan beberapa racikan, akhirnya menu salad ayam crispy jadi.

Kadang untuk mengubah sesuatu dengan cukup drastis dihidup kita, memang harus bertahap. berikan kesempatan diri anda untuk beradaptasi. tidak perlu dipaksakan. biarkan setengah diri anda menyebrang ke sesuatu yang baru dan setengahnya lagi perlahan mengubah apa yang perlu diubah, sampai pada akhirnya bisa bermigrasi dengan sempurna. Bukan begitu kawan?

Jakarta di malam hari. di akhir minggu.

Semua pasti selalu punya waktu dimana dia sejenak ingin sekedar diam menikmati waktu.

Ya saya juga begitu. tepatnya hari itu, sabtu. saya memutuskan untuk tetap ke kantor dikarenakan ada satu janji mengikuti Training yang dilaksanakan via Online oleh salah satu divisi regional kantor yang nun jauh disana. dimulai sore dan selesai tepat setelah maghrib.

Memutuskan tidak bawa kendaraan. malas. saya jalan sambil melihat gemerlapnya lampu-lampu Jakarta. tepatnya di daerah SCBD yang jadi sepi begitu Weekend tiba (jauh beda dengan hari biasa) tapi megah pesonanya memang tidak pernah hilang.

 

Gemerlapnya, tenangnya, saya merindukan keadaan dimana saya tidak harus berfikir terlalu banyak tentang banyak hal. setiap orang butuh saat dimana dia berbicara dengan dirinya sendiri. tidak menginterogasi tapi justru mengenal lebih dalam. bukankah cukup banyak manusia yang menjalani hari-hari tanpa mengenal siapa dirinya? bahkan sibuk menjadi apa yang dia kira orang-orang menginginkannya. kita banyak mengorbankan siapa diri kita, tidak berusaha mengenalnya, tidak pernah berusaha berbicara dan memahami.

Jakarta malam ini begitu mendukung.

hei, anda sudah pernah berbicara dengan diri anda? jika belum, Cobalah.