Target dan Rencana?

menurut saya, rencana dan target adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. kedua hal itu bergerak pada jalur yang sama walau di titik poin yang berbeda. target selalu hadir di awal perencanaan. berbicara mengenai target, hal ini bisa jadi general tapi tentu menarik.

Apa sih yang hadir di kepala kita tentang target? kalau saya bertanya kepada banyak sahabat saya. mereka selalu mendekatkan kata target dengan kata rasional. intinya kita menempatkan apa yang ingin dan sudah tentu bisa kita capai. saya setuju tetapi apakah kita berdiri diatas kata-kata yang justru merendahkan diri kita? saya cenderung menghargai orang-orang yang menerapkan target justru diatas apa yang dia sadar dapat dia capai. karena hal itu yang menciptakan ruang kosong dimana dia mampu memacu dan berakselerasi kembali untuk berkembang.

ingatkah kita ketika sekolah, banyak orang tua yang tanpa sadar memberikan target kepada anaknya untuk naik kelas. bagaimana bisa? target kok naik kelas? berarti kalau gagal targetnya ngga naik kelas dong? mungkin lebih bijaksana orang tua membudayakan target yang lebih baik. yaitu ranking satu. jadi kalau-kalau terpeleset ya ranking dua atau ranking tiga. lebih bagus kan?

lalu mengenai rencana, banyak yang bilang kita sebaiknya tidak berencana. selain memungkinkan adanya improvisasi yang tidak terhalang konsep, ini justru memberikan pandangan untuk tidak berekspektasi dengan hasil. sering mendengar kata-kata ini?

udah.. jangan direncanakan… biasanya kalau direncanakan pasti gagal.

secara pribadi menurut saya hal diatas kurang tepat. gagal atau tidak gagal bukanlah gara-gara adanya rencana. hanya saja kalau tanpa rencana berarti kita tidak memiliki gambaran aktivitas dan ekspektasi hasil. ya mana ada kegagalan kalau kosong begitu?

dan mungutip kata-kata om Edsuhardy “orang yang berencana selalu lebih aman satu langkah daripada orang yang tidak berencana, walaupun hasil tetap tidak pernah bisa diprediksi sempurna”. dan tentunya rencana yang berdiri karena tujuan pasti punya andil besar dalam kesempurnaan aktivitas.

Saya sudah berusaha menetapkan tujuan dan mempersiapkan rencana, Kalau anda?

About Author

Mohamad Ario Adimas
Penulis saat ini aktif sebagai praktisi di dunia Komunikasi pemasaran industri telekomunikasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *