Mampir dan menyapa Jogja.

Ini kali kedua perjalanan saya ke Jogja.

Perjalanan dengan alasan yang mirip dengan perjalanan pertama. Random, mendadak, tanpa persiapan dan memang dari keisengan saja. Ya, jogja memang sesederhana itu. Membuat setiap orang juga tidak perlu memiliki alasan yang kompleks untuk mengunjunginya.

Saat itu setelah sahur, saya tengah menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor. Penat memang saat itu. Dan saya pun sedang merasa pada minggu yang entah kenapa membosankan. Sejenak tergelitik untuk melihat situs penjualan tiket.

“Jogja? Jogja” terlintas begitu saja. Lalu saya beli. Untuk perjalanan malam hari di hari yang sama.

Sesederhana itu, saya tanpa sadar sudah  berada di jogja sebelum isya. Perlu diketahui saya bukan traveller yang patut ditiru. Saya selalu datang tanpa list tujuan. Saya tidak pernah memaksakan diri untuk mengunjungi beberapa tempat yang orang bilang harus didatangi. Terkadang ketika saya merasa perjalanan jauh saya tanpa

Malam pertama saya mencari tempat makan di pinggiran kota Jogja. Sekalian saya belum berbuka. Perjalanan di pinggiran kota jogja malam itu sepi, saya sempat salah mengira karena saya mengira akan sangat ramai. Kopi joss, angkringan. Ya standar, tapi memang itu salah satu yang membuat kita rindu jogja.

Tugu pusat kota Jogja
Tugu pusat kota Jogja

Besoknya saya mampir kebeberapa tempat. Saya bahkan menyempatkan nonton The Conjuring 2 disini hahaha. Tapi salah satu yang unik adalah ketika saya atas saran seorang teman mampir ke Taman Pelangi yang dipenuhi oleh Lampion dengan berbagai bentuk. Tempat seperti ini mungkin tidak semua orang bisa menikmati. Beberapa mungkin merasa terlalu kekanak-kanakan. Tapi inilah menyenangkannya perjalanan random, kita bisa tiba-tiba menikmati. Saat itu saya kesana tepat pada waktu transformasi sore – senja -malam. Terbayang bukan seberapa luar biasanya?

Light will guide you home.
Light will guide you home.
menarik bukan?
menarik bukan?
Taman pohon Lampu
Taman pohon Lampu

Malam itu saya tutup dengan mampir ke alun-alun kota jogja. Lucunya saya kembali tertantang untuk mencoba melewati bagian tengah dua pohon kembar yang terkenal itu. Kali ini tidak semulus pertama kali ke Jogja. Tiga kali saya gagal, tapi akhirnya berhasil setelah mendengar saran dari seorang bapak disana untuk tidak ragu.

ada juga yang tertawa mendengar Joke receh saya
ada juga yang tertawa mendengar Joke receh saya

DSC04935

Foto favorit saya
Foto favorit saya

Dihari terakhir saya di Jogja, saya menyempatkan untuk melakukan sebuah ritual perjalanan. Yaitu Hunting Foto tengah malam. Sebagian besar target saya selalu jalanan. Ini selalu saya nikmati salah satunya karena adrenalin kita dipicu ketika banyak mengambil objek acak yang tidak selalu berkenan fotonya diambil. Sehingga cenderung musti diam-diam. Dan hal yang menyenangkan lagi adalah, di jalanan malioboro sedang banyak karya seni yang entah siapa pembuatnya.

DSC04961 DSC04974 DSC04973 DSC04968 DSC04965

Tidak lama perjalanannya. Hanya dua hari. Saya kembali ke Jakarta hari minggu. Tapi memang tidak perlu waktu lama untuk Jogja menenangkan kita.

Jogjakarta, sejenak yang indah. #jogjaTrip

hari senin Siang itu ditengah kerja, seorang teman saya bertanya.

“Long Weekend ini kemana lu?”

Saya diam dan sadar bahwa saya bahkan tidak tahu bahwa ada long weekend minggu ini.ya walau liburnya ternyata hari kamis. mengingat saya adalah orang yang sering buang-buang long weekend, kali ini saya bertekad jalan-jalan refreshing. kemana? urusan nanti. yang penting niat dulu. awalnya saya ingin balik ke Palembang, tapi ya mendadak mau merasakan satu hal baru. setelah bongkar-bongkar Tiket.com saya memutuskan untuk ke jogja. dengan kondisi saya tidak tahu jogja karena sama sekali tidak pernah kesana. untuk transportasinya saya tadinya memilih peswat, tapi selain karena budgetnya bias dialihkan buat jalan-jalan, saya juga mau merasakan naik kereta. karena saya seumur-umur hanya  kali naik kereta itupun waktu SMP. so trip dadakan ini seru. ketempat yang pertama kali saya tahu dan naik kendaraan yang sebelumnya hanya pernah satu kali saya naiki.

Dan akhirnya tiba saatnya, berbekal tiket yang sudah di print saya menuju stasiun dan mulai naik kereta. berangkat jam 6 pagi dan sampai jam 3. bosan juga melamun sambil baca buku-buku yang saya bawa. tapi pemandangan hijaunya memberikan terapi relaksasi yang menyenangkan.

Sesampai di jogja, saya memilih untuk menginap dihotel Grand Sentana. tidak mahal dan dekat dengan pusat keramaian jogja. dan berdasarkan panduan seorang teman, saya memilih untuk menikmati jogja dengan mbecak. dan bagi saya yang berasal dari sumatera, becak di jogja itu murahnya luar biasa, jalan jauh masih mau nerima 10rb.

Malam itu saya pergi ke Malioboro. menikmati suasana malamnya yang ramai. karena lapar saya membuka dengan makan nasi gudeg. saya tidak suka nasi gudeg, karena terlalu manis untuk orang sumatera. tapi karena saya sedang di jogja, saya sudah berjanji kepada diri untuk makan nasi gudeg. dan pada saat yang sama, saya didatangi oleh Pengamen yang menyanyikan lagu Yogyakartanya Kla Project. wuih, saya sudah lama menunggu momen ini. serius! lalu saya melanjutkan perjalanan menyisiri pinggiran malioboro. saya menonton musisi-musisi perkusi jalanan yang atraktif banget! benar-benar Musisi pokoknya. hal yang saya susah temui suasanyanya di Jakarta. dan malam itu saya tutup dengan nongkrong di angkringan. Pokoknya salah satu misi saya ke Jogja adalah Kopi Joss! penasaran sama kopi yang dicelupin areng. ternyata entah sugesti atau tidak, rasanya enak banget. ditambah dengan Sate keong yang sedap. dan Murah nya parah. makan sebanyak apapun disana murah banget!

Dan keesokannya memang saya sudah merencanakan Trip sebenarnya. dimulai dengan mengunjungi Benteng Vredeburg. Benteng ini menyimpan banyak kisah perjuangan Indonesia di Jogja dalam bentuk bangunan, patung maupun diorama. dan memang untuk saya yang hobi ke Museum, perjalanan ke tempat seperti ini selalu menyenangkan. seperti merasakan langsung suasana jaman perjuangan kemerdekaan itu.

Setelah itu termasuk yang saya tunggu-tunggu selama ini, yaitu mengunjungi keraton Jogja. dari benteng ke keraton saya masih menggunakan becak, dan ini seger dan sangat jogja banget! setiba di Keraton, saya menumpahkan perhatian saya secara penuh di setiap nilai-nilai sejarah yang ada di barang-barang dan bangunan yang masih rapih tersimpan. dan memang menarik sekali ketika saya melihat lukisan-lukisan Sultan dulu hingga kini. dan ketika mendengar para abdi istana “nembang” inipun memberikan pengalaman yang seru.

Setelah itu, saya menuju permandian putri Jogja, oke.. saya tidak berharap ada putri jogja disana. tapi itu memang tempat yang indah sekali, saya membayangkan ketika tempat itu masih aktif dipakai (doh). setelah itu, saya teringat disuatu acara yang menampilkan perjalanan kejogja, ada pohon beringin kembar yang kerap dikunjungi orang-orang. dan legendanya, apabila anda berhasil jalan dengan mata tertutup dan melalui area diantara pohon tersebut, doa anda akan terkabul. saya tidak mempercayai hal ini, tapi demi serunya trip kali ini ya tidak apa apa toh. dan jikalau memang berhasil, anggap saja itu doa yang bias diaminkan. dan ketika mencoba, ternyata saya berhasil melewati area antara pohon itu, bahkan sangat lurus ke tengah. :D

Perjalanan ke jogja kali ini menyenangkan, akhirnya besok paginya saya siap-siap menuju Jakarta kembali karena minggu saya sudah membuat beberapa jadwal bersama sahabat-sahabat. sabtu itu saya menuju stasiun tugu jogja yang tidak jauh dari tempat tinggal saya, dan saya benar-benar menikmati detik-detik sebelum saya kembali ke Jakarta.

teman, tahukah anda apa alas an saya ke jogja? saya ingin melakukan validasi terhadap lirik lagu Jogjakarta yang dinyanyikan oleh Kla project. ini serius. lirik lagu itu benar -benar menyentuh dan membuat saya ingin mengenal jogja.

hasilnya? saya mengamini bahwa Kla Project menciptakan lagu yang sangat relevan dengan situasi aslinya. Jogja itu Indah.

 

 

satu lagi hadiah dari saya:

http://www.youtube.com/watch?v=9j1WdDKNhi4&feature=youtu.be