Bagaimana Kementrian menerapkan Digital Communication Strategy?

Bisa dibilang, beberapa bulan terakhir saya cukup sering menampakan diri di dua kementrian dibawah pemerintahan Indonesia. Yang pertama adalah Kementrian Keuangan, yang kedua adalah Kementrian komunikasi dan Informasi.

Satu hal, saya kagum. Sepertinya tidak lagi kita harus terlalu sinis dengan kementrian atas tuduhan tidak inovatif, berada pada zona nyaman, tidak membuat terobosan dll. Terbukti mereka sangat ingin berkembang, Contohnya, kini mereka giat memanggil narasumber dari luar kementrian untuk hadir agar mereka dapat belajar banyak hal baru.

Ketika mengisi di Kementrian Keuangan

Saya di panggil untuk kurang lebih materi yang sama. Sharing tentang pengalaman mengenai Digital Business dan Digital Communication. Kurang lebih untuk digital communication, mereka berharap dapat menerapkan apa yang dilakukan perusahaan swasta ke kementrian. Menurut saya ini Make sense, since Kementrian kini katakanlah punya “Produk” yang dikomunikasikan ke Rakyat yang disini sebagai “Customer”. Produk tersebut adalah Layanan atau Kebijakan.

Masalah ketika menyampaikan? Tentu saja ada. Untuk pegawai kementrian yang muda sangat antusias mendengar saya bicara. Tetapi untuk pegawai senior, bahkan terlihat sangat tidak tertarik. Ini dia tantangan kementrian untuk menanamkan mindset secara perlahan ke pegawai kementrian senior yang hingga kini masih menjadi pengambil keputusan. Jika tidak, tentu percuma.

Berkontribusi di salah satu event Kementrian Komunikasi dan Informasi

Ada beberapa hal yang saya lihat perlu untuk ditanamkan oleh kementrian ketika mereka mau menerapkan Digital Communication sebagai strategi penting. Kira kira seperti ini:

Harus belajar menerapkan KPI pada strategi komunikasi. Terutama Digital

Banyak yang bilang, Kementrian berkerja terkadang seperti tanpa KPI. Ini harus kita ubah perlahan. Seperti perusahaan swasta yang hidup matinya tergantung di KPI, KPI komunikasi terutama digital adalah hal penting sekaligus bias menjadi acuan jelas untuk kerja.

Harus bisa mengemas dengan jelas Produknya (Layanan atau Kebijakan)

Kami di swasta biasanya menjual produk nyata ataupun layanan, tapi di kementrian sedikit sulit. Biasanya fokus mereka adalah mendeliver produk bersifat kebijakan. Ini bentuknya bias di bilang sedikit absurd. Pegawai kementrian harus bias mengemas kebijakan ini sebagai produk yang jelas untuk di konsumsi. Bikin definisi dan Call to action yang jelas untuk rakyat.

Mulai untuk membiasakan pegawainya untuk terbiasa menggunakan media digital.

Bagaimana mau dianggap penting, jika digital sendiri bukan hal yang biasanya digunakan oleh stakeholder didalamnya. Karena itu menurut saya penting untuk membuat mereka terbiasa menggunakan media digital.

Hilangkan Pola Pemikiran “Terima atau tidak, Rakyat harus menjalani ini”

Ini dia. Konsep berfikir apa yang di deliver adalah Mandatory ini membuat keinginan para pegawai kementrian untuk mengemas secara berkualitas “Komunikasi Kebijakan” mereka menjadi rendah. Sekali lagi, ubah mindset seperti karyawan swasta yang hidup matinya ditentukan oleh penerimaan konsumen terhadap produk mereka.

Edukasi down to Top. Serta komitmen Top Down.

Perlu di akui, Pemahaman digital communication di kementrian justru banyak hadir duluan di karyawan muda atau Gen Y. jangan malu malu untuk brainstorm dan peroleh masukan dari mereka. Tapi untuk komitmen? Ini jelas harus top down. Setelah semua framework strategi jelas, mintalah endorse dari Boss tertinggi di kementrian tersebut untuk menerapkan Digital sebagai strategy wajib. Mau tidak mau. Dan biarkan mereka terbiasa setelahnya.

 

Berbicara tentang Developer di Bekraf Dev Conference 2016

Dari beberapa undangan untuk sharing, kali ini agak unik. untuk pertama kalinya saya diundang di forum Developer. dimana 100% orang yang mendengar adalah Developer. dan dimana saya 100% bukanlah Developer. 0% sama sekali perihal kemampuan berbahasa pemograman.

Tapi memang saya hidup dengan dikelilingi Programer. mulai dari ketika saya berkantor di Kompas Gramedia, saya selalu berkerja bersama Web/Mobile Developer. biasanya saya yang produksi Ide dan validasi market, setelah itu produk dibangun oleh para developer. hingga sekarang pun, selain teman-teman kantor saya juga berteman dengan banyak Developer di luar lingkup pekerjaan saya.

Nah mengapa kali ini saya hadir ditengah-tengah Developer? tidak lain dan tidak bukan karena Ideabox. Di Indosat Ooredoo, salah satu area yang menjadi tugas saya adalah mempromosikan Ideabox. Sebuah inisiatif Indosat Ooredoo terkait dengan Penanaman Investasi di dunia startup. Setelah sukses menjalankan 3 batch dengan Ideabox Accelerator, kami baru saja meluncurkan Ideabox Ventures. Mungkin saya akan ceritakan di postingan lainnya.

Uniknya hari itu saya berbicara sebagai panelis bersama 5 orang. dimana 4 orang diantaranya adalah orang Microsoft atau alumni Microsoft. ada Irving yang berkerja sebagai Audience Marketing Manager Microsoft, Risman Adnan mantan DPE Director yang kini menjadi Research Director Samsung, Irsan yang saat ini menggawangi support IBM untuk dunia startup serta Anvid yang kini menjabat sebagai Product Manager Lenovo Mobile.

Berbicara mengenai Support Indosat Ooredoo ke Developer, sudah jelas kami hadir dengan 3 inisiatif. Ideabox Alpha, Ideabox ventures serta SB-Isat. selain menanamkan investasi lewat cash money, Indosat Ooredoo juga menyiapkan fasilitas seperti Coworkingspace sebagai lokasi ngantor. dan Serunya lagi, kami mendukung penuh lewat Go to market Support, dengan kata lain kita akan membantu startup tersebut untuk bisa reach 80 juta lebih pelanggan Indosat Ooredoo tentunya dengan cara yang benar. Fantastis Bukan?

Selain itu saya juga berdiskusi penuh terkait saran saya secara Pribadi kepada para Startup yang sedang mencari dukungan Perusahaan lain. Saran saya adalah berhentilah menjual cerita Nasionalis abu-abu. Maksud saya adalah tipikal cerita yang mengkedepankan poin bahwa produk ini adalah karya anak indonesia untuk menutupi Kualitas produk yang masih setengah-setengah. dan yang kedua, startup tersebut harus memastikan bahwa mereka memberikan benefit yang sesuai untuk Company yang sedang mereka minta dukungannya. bukan membawa alasan bahwa Company yang sudah pada kondisi yang lebih baik harus membantu Company Baru. sehingga kerjasama yang terjadi benar-benar kerjasama yang mutual.

Melihat Geliat Programmer di Indonesia saat ini, Saya Optimis rencana Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai Area Pengembangan produk digital di kawasan Asia bisa menjadi kenyataan.

Hadir di “Ask me Anything” Ruangguru.com

Banner template AMA_square

Hallo teman-teman.

Saya akan hadir di Program Live Talkshow Ask Me Anything dari Ruangguru.com #AskRuangguru pada hari Rabu 4 Mei 2016 pukul 20.00 WIB. saya akan berdiskusi serta menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait mengapa kita bisa mempertimbangkan Teknik Industri sebagai Jurusan yang kita pilih. cara mengikuti program ini sungguh mudah, tinggal streaming via Facebook Live di facebook.com/ruanggurucom pada jadwal yang sudah ditetapkan.

saya akan bersama dua anak muda luar biasa yaitu Dian Widayanti dan Muh Reza. pastikan anda bergabung dan meramaikan.

Tentang Siklus Berkerja, Petuah dari Jack Ma

Pagi ini ketika bangun, pikiran masih tersangkut di pembicaraan di meja Seruput tadi malam bersama dua orang sahabat. tentang keinginan membangun startup. Ya sudah cukup lumrah untuk orang yang berkerja di industri digital seperti saya, euforia membangun Startup ini cukup meletup dan menyita sebagian pikiran saya. memang ini sejalan dengan rencana pada akhirnya saya ingin sekali memiliki karya yang saya bangun sendiri.

Pikiran saya berputar-putar hingga pagi ini. ketika sedang browsing mengenai hal-hal yang berhubungan dengan ini. tanpa sadar saya berlabuh kesatu video singkat yang membuat saya cukup tertegun dan mendengarkan dengan dalam.

Pernah mendengar tentang Jack Ma? dia adalah Founder dari Alibaba, perusahaan digital di China yang sudah melebarkan sayap yang kabarnya bisnis utamanya adalah E-Commerce (walaupun saya merasa tidak pernah mencoba produk alibaba kecuali UCweb). kabarnya Alibaba adalah perusahaan dengan Valuasi yang menggila.

Jack Ma (Source : CNBC)

Di postingan saya kali ini, justru saya ingin membahas apa yang diucapkan Jack Ma di Video ini. Jack bercerita tentang siklus berkerja. dan ini menurut saya sangat menginspirasi. saya coba tuliskan disini tapi tentunya dengan beberapa ulasan yang saya tangkap dan coba saya jabarkan sendiri:

Sebelum 20 Tahun, Be a Good Student

Boleh saja kita berfikir tentang menjadi seseorang yang besar, tapi pada tahapan hidup ini janganlah pernah bosan untuk belajar. mengisi otak kita dengan banyak hal. kita masih punya banyak kelegaan untuk melakukan hal ini. Belum saatnya untuk lelah.

Sebelum 30 Tahun, Follow Somebody

Uniknya, Jack Ma berkata bergabunglah dengan perusahaan kecil. mungkin bisa juga kita sebut Perusahaan dengan lingkup terbatas atau bisa jadi belum stabil. mengapa? karena bergabung dengan perusahan besar sebenarnya membantu anda belajar tentang proses, tapi kita adalah bagian kecil dari sebuah sistem yang besar. Ketika bergabung dengan Perusahan Kecil, Kita belajar mengenai membangun dan bermimpi untuk sesuatu yang besar. kita belajar melakukan banyak hal dalam satu waktu. Lanjut lagi ujar Jack Ma, sebelum 30 tahun bukan perkara Perusahaan apa yang anda masuki, tapi tentang siapa Boss yang anda ikuti. ini berarti betul karena Boss berpengaruh besar dalam membentuk karakter kita. dan jangan lupa, Kita dipersilahkan untuk berani berhadapan dengan begitu banya kesalahan. ini waktunya. jatuh lah, lalu bangunlah kembali. lakukan sebanyak-banyaknya apabila memang harus begitu.

Sebelum 40 Tahun, Start to Think that We working for Our Self

Ketika pada umur ini. kita sudah bisa mengambil keputusan bahwa pada dasarnya semua hal yang kita lakukan adalah untuk diri kita. disini sebenarnya fase terpenting dalam pembentukan fondasi terkait membangun sesuatu yang besar dari tangan kita sendiri.

Sebelum 50 Tahun, You Have to do All things that You good at

Di umur ini, Jack Ma menyarankan kita sudah pada posisi sangat fokus. tidak lagi goyah mengubah-ubah mengenai hal yang kita jalani. karena ini adalah fase dimana apa yang kita bangun akan bertahan menjadi sesuatu yang sukses dalam waktu panjang atau tidak. Membangun banyak hal yang berbeda bisa saja membuat kita sukses, tapi kecenderungan untuk Gagal juga cukup tinggi.

Sebelum 60 Tahun, Work for the Young People

Jack Ma percaya pada umur seperti ini kita harus yakin anak muda sudah bergerak dengan lebih baik daripada kita. kenyataannya begitu. sehingga apa yang dilakukan Entrepreneur sukses pada umur ini adalah Mempercayakan banyak hal pada anak muda, memberikan inspirasi pada anak muda, berinvest pada anak muda, membangun sesuatu bersama anak muda.

Setelah 60 Tahun, spend time with our self

Nikamti Hidupmu, Nikmati Uangmu. Bahagiakan Keluarga dan orang terdekatmu. kita tahu ini sebenarnya tidak perlu menunggu hingga 60 tahun tapi paling tidak di umur ini sudah sepantasnya kita tidak mendapatkan kepusingan mengenai bagaimana nasib perusahaan kita besok. gunakan sisa umur untuk menikmati kerja keras.

Setidaknya, simpel tapi hal ini cukup mendalam untuk saya baca. saya jadi cukup tertarik untuk banyak mencari tahu tentang pemikiran seorang Jack ma.

Mengenal Kakao Talk yang katanya kini Lebih Cepat

Sore itu, saya dapat pesan dari salah satu Aplikasi pesan yang kebetulan nyala tapi tidak pernah saya pakai sebelumnya. Kakao Talk. ini justru unik ketika saya sadar sebelumnya saya belum pernah memaksimalkan aplikasi itu untuk chatting. ternyata pesan tersebut dari khiko yang berkerja di kakao talk indonesia. khiko mengundang untuk main ke kantor Kakao Talk indonesia, karena penasaran plus disana ada sahabat saya yang kebetulan berkerja sebagai Product Manager, saya kira tidak ada salahnya main-main. datanglah saya pada tanggal 14 Maret kesana selepas kerja. melewati kuningan yang macetnya ampun-ampunan di jam segitu.

Sesampainya disana, saya bertemu langsung dengan Khiko (Marketing Manager), Mario (Product Manager) dan Kate (Country Manager). dan disana banyak muka yang tidak asing lagi. ada @didut, @Almaujudy, @hadigunawan, dan @Sheggario. dan seperti yang saya duga, kita ngobrolin hal yang lagi seru-serunya di iklankan Kakao dengan TVC nya. yaitu mengenai begitu cepatnya pesan terkirim dengan kakao versi terbaru walaupun dengan kondisi miskin sinyal. Kesempatan untuk cari tau lebih dalam tentang kakao.

Sebelum makanan datang, beginiah tampang teman-teman.

Mereka menghadirkan Teknologi Speed Booster, dengan cara awam saya menjelaskan, intinya pesan yang terkirim antar satu perangkat ke perangkat lain yang beragam size nya kadang kecil hingga besar, Kakao memecahnya pada bentuk yang lebih kecil dan menghantarkannya dengan muatan terpisah. sehingga pesan lebih cepat sampai tanpa perlu sinyal yang sangat kuat. ya begitulah analoginya (ya ngga usah begitu dimengertilah. kita sebagai konsumen ya pakai aja deh)

Nah setelah itu, saatnya dijelaskan dengan Video. jujur saya lumayan takjub disini.

Di video itu jelas ditunjukan bahwa dengan kondisi 3G, kakao tidak memiliki perbedaan begitu jauh dengan aplikasi pesan kebanyakan. tetapi ketika Sinyal terbatas, Kakao Talk tetap stabil dan bisa diandalkan. baik untuk text atau menghantarkan pesan ultimedia seperti Foto atau Video. nice!

Pertemuan selesai dengan kondisi saya menjadi penasaran. dan saya mencoba untuk memakai Kakao untuk komunikasi bersama Pacar. dan ini terbukti mulus. dan memang terasa sekali perubahannya ketimbang terakhir memakai Kakao Talk dulu (Dulu banget).

Nah coba teman-teman update Kakao nya hingga memperoleh logo Thunderbolt ketika membuka aplikasi. dan coba nilai sendiri cepat tidak nya. jujur sulit saya untuk langsung berpindah aplikasi pesan, tapi pertemuan hari itu membuat saya mempertimbangkan Kakao sebagai salah satu aplikasi pesan yang saya pakai.

Pesan saya untuk Kakao Talk cuma satu : Ini untuk Windows Phone buruuu dibikin sempurna dong!

 

add akun Kakao Talk saya di : arioadimas

Merekomendasikan Laptop Lenovo untuk Kakak Saya.

Entah kenapa, sekarang lagi cinta banget sama inovasi-inovasinya Lenovo. padahal dulu ngga kepikiran sama sekali sama brand ini

Standarlah, semua dimulai dari Thinkpad. kecintaan awal orang-orang ke thinkpad biasanya karena ini laptop paling perkasa dari segi bahan dan performa nya. tapi selalu bikin males lihat bentuknya. Nah dikantor tempat kerja sekarang dikenalkan dengan produk  Thinkpad X1 carbon yang versi tipisnya thinkpad. oke fix langsung jatuh hati.

Semenjak saat itu, saya melihat inovasi Lenovo bukan hanya muncul di versi untuk perusahaan. di ranah konsumer mereka menggila. Lenovo menjelma jadi brand yang ngga terlalu premium-premium amat, tapi dashyat inovasinya. ketika Windows 8 meledak, setiap brand berlomba-lomba mengeluarkan laptop unik. ada yang keren dan ada yang berlebihan. menurut saya Lenovo Yoga adalah produksi terbaiknya. dan flex menjelma jadi lini dua yang perkasa.

Nah Minggu-minggu kemaren berturut-turut dua kakak kandung saya meminta saya untuk memandu proses pembelian laptop.

 

1. Ayu Dyah Andari/ Fashion Designer

Ayu adalah designer muda sukses. yah memang begitu kenyataannya. di tahun-tahun awal dia menjadi fashion designer, dia sudah menjadi designer yang ditunjuk untuk Miss World dan Indonesian Idol. bangga deh jadi adiknya. bisa cek twitter atau instagramnya di @ayudyahandari . dia berniat membeli laptop yang tidak terlalu Canggih karena diapun bukan pemakai teknologi yang sangat mendalam. dia mementingkan laptop ini harus enak dibawa-bawa. dan mudah dioperasikan serta teknologinya ngga ketinggalan-ketinggalan amat. Pilihan rekomendasi saya jatuh ke Lenovo Flex 14. dengan harga sekitar 8 juta dia sudah dapat layar sentuh, desain yang keren, bisa diputar 270 derajat dan bahannya bagus. overall sampai sekarang dia puas. terlebih dengan sisi unik Windows 8. ditambah lagi sebagai Ambassador Office365 nya Microsoft (yap dia terpilih menjadi 1 dari 5 duta Womanpreneur microsoft karena prestasinya) dia sudah punya Office 365 gratis untuk langsung dipakai. makin mantaplah itu flex.

Ayu dan Flex 14 nya yang cakep

 

2. Mohamad Junio Ramandre/Jaksa

Ya kakak saya yang pertama ini memang jaksa yang sangat beda dari jaksa-jaksa biasanya hahaha. bukan tipikal pegawai negeri kebanyakan. ini benar-benar Jaksa Gaul dan update sekali dengan Teknologi. hobinya Toy Photography, Gym, ngeblog, dan jalan sama bini tercinta. bisa simak twitter serunya di @junioramandre dan yeah… dia adalah Apple Fanboy. sebelumnya untuk menemani iPhonenya dia menggunakan Macbook Air versi pertama. saya bertemu dia di Megabazar kemarin dengan kondisi dia bersiap membeli Macbook Retina Display. Akhirnya di Megabazar dia berkeliling dan melihat begitu berubahnya device-device Windows sekarang. saya sempat bertanya alasan dia membeli Macbook, dia bilang ya selain asyik tujuannya tentu gengsi. bagaimanapun hanya Macbook yang ketika dilihat oeh orang secara langsung memiliki pesona. itu aja? iya itu aja. dan saya perkenalkan dia dengan keluarga Lenovo Yoga. perhatian dia jatuh kepada Yoga 11s. dengan bentuknya yang sedikit mungil, tapi fitur-fitur yoga ini memag cakep luar biasa. selain bisa diputar penuh menjadi tablet. touchscreen yang muluuus. tampilan yang anggun dan tipis! serta jeroannya maksimal. ini memang cocok sekali ketika dibawa-bawa apalagi untuk orang yang doyan nampil kayak beliau hahaha. ditambah lagi dia langsung membeli dengan Office365 yang bikin Yoganya sempurna. dan pada akhirnya, diapun sama sekali tidak mempertimbangkan Macbook Air sama sekali.

resmi berbelok dari Macbook air ke Lenovo Yoga 11s

 

Sekedar Konfirmasi. ini bukan postingan berbayar. ini saya tulis karena saya memang merasa Jajaran produk Lenovo ini sangat layak direkomendasikan. Sampai saat ini sayapun sedang memimpikan produk Lenovo. mau tau apa? ya sepertinya sudah jelas. ketika saya seorang Thinkpad-Fanboy ini jatuh cinta dengan Konsep Yoga. hati ini sesak rasanya ketika Lenovo mengeluarkan Thinkpad Yoga! (nah kalau orang lenovo baca blog ini dan mau kasih produk, saya rela deh #eh). dan saya tetap bukan yang tahu banyak tentang Lenovo, silahkan tanya sendiri sama @Lenovo_id di twitter kalau mau bertanya lebih mendalam. Terima kasih sudah membaca!

Mencoba WordPress for Windows Phone

Hari ini dijalan iseng install aplikasi wordpress untuk dipakai di Nokia Lumia 920 ini. Supaya bisa menghilangkan alasan kalau mau post blog itu repot dan harus buka laptop.

Aplikasi ini sendiri kalau teman teman pakai region indonesia harus diganti dulu misalnya ke US. Selebih itu lancar jaya.

By the way. Postingan ini juga dilakukan lewat Lumia 920 langsung. :D

Akhirnya, Beli Aplikasi dari Pulsa saja

Ya inilah menyenangkannya kerja di perusahaan teknologi. terlebih itu teknologi yang kamu cintai, ya seperti saya ini. saya kerja di Microsoft dan saya mencintai semua teknologinya, termasuk Windows Phone.

ini sebetulnya sudah cukup lama dilucurkan tetapi saya baru sempat menuliskan di Blog, saya mendapatkan kesempatan untuk turut hadir mewakili Microsoft di event peluncuran layanan luar biasa dari Nokia Lumia dan XL. tidak lama dari diluncurkannya Lumia 920 dan 820 yang di dukung penuh dengan system operasi Windows Phone 8 dari Microsoft.

From : Kompas Tekno

 

Berangkat dari opini bahwa cara membeli aplikasi berbayar di smartphone kini cukup sulit, hal ini tentu jadi isu hangat didunia smartphone. setiap orang diharuskan minimal memiliki Kartu Kredit yang didaftarkan di perangkat smartphonenya yang pada akhirnya dipergunakan untuk membayar aplikasi tersebut. Hal ini menyebabkan Nokia, Microsoft dan XL merasa harus memberikan Opsi baru. opsi dimana proses membeli aplikasi akan lebih mudah dan dapat dilakukan siapa saja.

Nokia, Microsoft dan XL hadir dengan solusi Potong Pulsa untuk membeli Aplikasi. kini setiap pengguna Lumia yang menggunakan kartu XL dapat langsung membeli aplikasi dengan Pulsa mereka. Nah sekarang tidak ada lagi kesulitan untuk kita dalam membeli aplikasi berbayar.

Saya adalah Microsofties

Banyak hal yang terjadi hari ini, adalah mimpi saya diwaktu dulu.

Begitulah kenyataannya, ya walaupun belum semua. salah satu dari mimpi saya yang menjadi kenyataan adalah berlabuhnya saya ditempat saya berkarir saat ini. ini memang sudah terjadi sekitar 4 bulan yang lalu. tapi baru kali ini saya mendapatkan kesempatan bercerita.

Ketika beranjak remaja, saya sudah berbicara dengan orang tua saya. bahwa saya tidak mau menjadi Dokter (sebagaimana impian ibu saya untuk saya). saya mau kerja di sebuah perusahaan besar dan pada akhirnya memiliki bisnis. ayah yang pada dasarnya memang berbisnis tentu mendukung. ketika masuk Teknik Industri ITTelkom, keinginan saya mengerucut ke Marketing. saya ingin berkarir sebagai marketer. dan ketika waktu berjalan, saya mencintai dunia teknologi. saya tidak pernah membunuh mimpi-mimpi saya sebelumnya. yang ada adalah upaya mempertajam dan memperjelas keinginan. Saya ingin Bekerja sebagai Marketer di sebuah perusahaan besar bertema Teknologi. saya ingin berkerja di Microsoft, Apple atau Google.

Saya banyak belajar tentang pasar ketika memulai karir di Bakrie Telecom sebagai Market Insight, saya mendalami digital di Kompas Gramedia sebagai Digital Strategic Coordinator. dan tidak pernah saya duga, Jalan saya terbentuk dengan luar biasa menuju salah satu Mimpi yang pernah saya sebutkan.

Per Juli 2012, saya resmi bergabung di Microsoft Indonesia sebagai Digital Marketing Manager. apa rasanya? tentu luar biasa. selalu luar biasa ketika anda menjalani sesuatu yang dahulu pernah anda deklarasikan sebagai mimpi. dan selalu luar biasa ketika anda mendapatkan kesempatan bergabung dengan sesuatu yang kenyataannya telah banyak menemani anda sedari kecil (ya Microsoft menemani saya mulai dari mengerjakan tugas ketika SMP hingga menyelesaikan skripsi ketika kuliah dan pada akhirnya berkerja). Microsoft memang luar biasa. Banyak sejarah teknologi dimulai dari sini. banyak legenda teknologi lahir disini. hadir pula berbagai Produk luar biasa yang secara kebetulan diluncurkan pada saat saya bergabung disini. dan saya berkerja sama dengan banyak orang luar biasa, di Microsoft Indonesia hanya orang-orang terbaik yang hadir dan menempati setiap posisi dimana mereka tangguh secara penuh disana. termasuk Mentor plus Inspirator saya yang lebih dulu bergabung  dengan Microsoft sebagai Presdir yaitu Andreas Diantoro.

(ki-ka) Norman Sasono, Giring, Andreas Diantoro, Saya
Bersama tim Microsoft di #8perience Zone

Saya menikmati menjalani impian saya ini. belajar banyak dan mencintai setiap yang saya lakukan. berkerja dengan orang-orang yang luar biasa, di kantor yang luar biasa serta Produk luar biasa.

tidak ada yang lebih menyenangkan dari berkerja di perusahaan yang anda cintai dengan Produk yang anda kagumi.

Bersama #Windows8 yang luar biasa

 

Ya, Saya adalah Microsofties.

Buku Putih Komunikasi Media Sosial

Dari beberapa kali saya membahas mengenai Media Sosial  baik di Blog, Twitter atau Facebook saya selalu mengucapkan beberapa hal yang sama. Hal tersebut tentunya adalah hal yang saya anggap sangat perlu ditekankan. Salah satunya adalah Karakter.

Apa yang membedakan aktivitas suatu Brand dengan Brand lainnya di ranah Media Sosial? Jelas itu adalah karakter. Brand yang hanya sapa-sapa dan tulis konten dengan cara yang biasa, gaya komunikasi yang biasa sama seperti brand lainnya dan tidak istimewa tentunya tidak memiliki pandangan yang spesial dari konsumen.

Contohnya adalah akun @my_supersoccer , akun yang membahas mengenai sepakbola ini memiliki gaya komunikasi yang justru unik. Tidak mendewakan followers bahkan cenderung sangat santai dan hobi berkata “Pedas” dan lucu. Justru karena itu akun ini diminati dan direspon dengan cukup baik. Adapula akun @onyitkawanku. Akun dari majalah kawanku yang menjelma sebagai karakter monyet pink centil dimedia sosial. Ini menghadirkan komunikasi yang unik dengan penggemar mereka. Konsistensi Onyit menghasilkan Konsistensi feedback dari penyimaknya. Mereka berkomunikasi seolah-olah yang mereka hadapi memang karakter si monyet pink ini. Begitu juga beberapa akun lainnya, inilah salah satu cara Brand bertahan bahkan mencatat hasil gemilang di ranah media sosial. Menjadi berbeda dan berkarakter.

Nah penciptaan karakter tersebut butuh konten dan konsistensi. Isi harus unik dan variatif tapi karakter harus konsisten. Tapi kendalanya di brand adalah bisa jadi akun-akun ini berpindah tangan atau diurus oleh beberapa orang berbeda. Ini kerap menjadi halangan dalam menciptakan konsistensi karakter lewat komunikasi yang tercipta. Salah satu cara untuk menghindari hal ini adalah harus adanya Buku Putih Media Sosial. Catatan dimana anda menulis detil mengenai spesifikasi identitas dan komunikasi brand anda di media sosial yang harus dipatuhi oleh setiap pihak yang turut mengolah akun tersebut.

 

Hal-hal apa saja yang harus dijadikan fokus dalam menciptakan poin-poin dalam Buku Putih Media Sosial brand anda?

1. Jadwal update

Bisa jadi Benar adanya pendapat yang berkata bahwa update status yang terjadwal itu membosankan. Tapi anda memang harus menetapkan jadwal pasti dimana pada saat-saat tersebut anda harus muncul. Untuk update status di jam lain tentunya tetap diperbolehkan. Penjadwalan khusus ini tentunya disesuaikan dengan jam aktif Penyimak anda di media sosial.

2. Bentuk Sapaan

Bentuk sapaan termasuk momen dimana karakter anda diingat. Bentuk sapaan yang unik dan berbeda inilah yang menciptakan karakter yang nantinya bisa dinikmati oleh Penyimak.

3. Bentuk Panggilan terhadap Pendengar/Pembaca

Setiap karakter yang kamu ciptakan tentunya memiliki cara memanggil penyimak yang berbeda-beda. Ada yang cenderung formal, santai, serius atau apapun itu. Dan panggilan pun harus disesuaikan dengan “Siapa Anda” serta “Siapa Mereka”.

4. Konten Umum

Anda harus menuliskan di buku putih anda mengenai Konten umum yang anda tekankan pada komunikasi anda sehari-hari. Pastikan tetap searah dengan pesan utama brand anda. Apakah itu bercanda, serius, bercerita, mengajar, berbagi.. anda harus tetap arahkan temanya sejalan dengan tema pesan anda.

5. Rubrik Konten

Media Sosial itu seperti Produk media lainnya. Sudah sepantasnya memiliki Rubrik Rutin. Ada saat dimana satu tema diceritakan dengan bahasan yang berbeda-beda pada satu momen tertentu yang rutin. Misalnya ada rubrik Tanya jawab setiap hari rabu malam atau sebagainya. Ini harus tercatat di buku putih untuk keseragaman penjadwalan.

6. Komunikasi dalam kondisi Bermasalah.

Terkadang hal yang menggelikan terjadi dimana setiap brand muncul dengan karakteristik emosi yang berbeda-beda ketika menghadapi masalah dengan para penyimak mereka. Ini jelas mempengaruhi konsistensi karakter mereka. Di buku putih harus tercatat tata cara berkomunikasi untuk brand dikala mereka menghadapi sesuatu yang negatif dari penyimaknya.

 

Sudahkah anda memiliki Buku Putih Komunikasi Media Sosial?